Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu di Indonesia diperkirakan meningkat hingga 27,74 °C pada April 2024. Kondisi tersebut dapat meningkatkan produksi keringat dan berkontribusi pada timbulnya bau badan tidak sedap. Bau ini dihasilkan dari aktivitas bakteri, khususnya Staphylococcus epidermidis ATCC 12228 yang menguraikan keringat melalui proses biokimia. Cuka apel (Malus sylvestris L. Mill) mengandung senyawa antibakteri seperti asam asetat, flavonoid, dan tanin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas cuka apel sebagai antibakteri dalam formulasi deodoran roll on untuk mengurangi masalah bau badan. Metode pengujian aktivitas antibakteri yang digunakan adalah metode difusi cakram yang menunjukkan adanya penghambatan pertumbuhan bakteri. Pemilihan metode penelitian eksperimen dilakukan melalui formulasi deodoran dengan variasi konsentrasi cuka apel 20%, 25%, dan 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan deodoran roll on cuka apel memenuhi standar mutu fisik yang ditentukan, termasuk daya sebar, daya lekat, viskositas, pH, serta hasil uji hedonik dan iritasi. Selain itu, deodoran roll on cuka apel menunjukkan aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap Staphylococcus epidermidis ATCC 12228, dengan formula terbaik F3 (30%) menghasilkan zona hambat sebesar 12,91 mm.
Copyrights © 2025