Vitamin D adalah hormon sekosteroid yang dikenal karena perannya dalam kesehatan tulang dan metabolisme kalsium. Kekurangan vitamin D dikaitkan dengan peningkatan risiko dan perkembangan beberapa penyakit kronis, termasuk sirosis hati. Mekanisme yang menyebabkan sirosis hati dapat terjadi karena kekurangan vitamin D termasuk gangguan sintesis dan metabolisme hati, malabsorpsi karena gangguan sintesis asam empedu, dan penurunan paparan sinar matahari. Kekurangan vitamin D dapat memperburuk sirosis hati melalui disregulasi respon imun, peningkatan resistensi insulin dan disfungsi metabolik yang terkait dengan perkembangan steatosis hati, fibrosis dan gangguan regenerasi hati. Delapan puluh delapan persen dari 25(OH)D terikat pada DBP, protein yang disintesis oleh hati dan anggota keluarga gen albumin, homolog dengan albumin dan α-fetoprotein. 25(OH)D diangkut ke ginjal di mana ia dihidroksilasi ulang secara enzimatik untuk membentuk 1,25(OH)D3 atau kalsitriol, bentuk aktif vitamin D3. Mekanisme kerjanya dimulai dengan 1,25(OH)2D, yang kemudian mengaktifkan VDR. VDR kemudian membentuk heterodimer dengan reseptor retinoid X sebagai faktor transkripsi dan mengikat elemen respons vitamin D di daerah promotor gen target. VDR mengatur ekspresi lebih dari 200 gen dan, mempengaruhi proliferasi sel, diferensiasi, apoptosis, imunomodulasi, dan angiogenesis. Komplikasi Kekurangan Vitamin D pada Sirosis dapat menyebabkan osteomalasia, osteoporosis, PBS, dan ensefalopati hati.
Copyrights © 2025