Industri fabrikasi baja membutuhkan penjadwalan produksi yang efisien untuk meningkatkan produktivitas dan menekan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan penjadwalan di PT. BSBMP dengan mengintegrasikan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Action) serta metode First Come First Served (FCFS) dan Shortest Processing Time (SPT). Empat pesanan utama yang dianalisis meliputi Link Arm, Single Hanger, Lip Mount, dan Precast Skid, menggunakan perhitungan manual berbasis waktu proses aktual. Hasil penelitian menunjukkan metode FCFS menghasilkan waktu produksi rata-rata 57 hari, utilisasi 48%, dan keterlambatan rata-rata 9 hari. Sementara itu, metode SPT menurunkan waktu penyelesaian menjadi rata-rata 41 hari, tidak ada keterlambatan, dan meningkatkan utilisasi menjadi 67%, dan menghilangkan keterlambatan. Temuan ini menunjukkan metode SPT lebih optimal dalam efisiensi waktu dan kapasitas produksi, sementara integrasi PDCA menjadi kerangka kerja penting untuk perbaikan berkelanjutan dalam sistem penjadwalan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi efektivitas manajemen produksi di industri fabrikasi baja.
Copyrights © 2025