PT RTN merupakan perusahaan yang memproduksi pupuk ZA I/III dan II berbahan dasar asam sulfat dan amonia. Perusahaan menghadapi permasalahan ketidakseimbangan stok, baik kelebihan maupun kekurangan, yang terjadi hampir setiap hari dan menyebabkan kerugian finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi pengelolaan persediaan bahan kimia dengan membandingkan metode Min-Max dan Economic Order Quantity (EOQ). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa total inventory cost (TIC) pada metode Min-Max adalah sebesar Rp53.881.650, sedangkan metode EOQ menghasilkan TIC sebesar Rp6.192.071. Sebagai perbandingan, TIC berdasarkan kebijakan perusahaan saat ini mencapai Rp76.183.090. Dengan demikian, penerapan metode Min-Max dapat menghemat biaya sebesar Rp22.301.440, sedangkan metode EOQ memberikan penghematan lebih tinggi sebesar Rp69.991.019. Berdasarkan hasil tersebut, metode EOQ terbukti lebih efisien dan direkomendasikan untuk diterapkan dalam pengendalian persediaan di PT RTN guna meminimalkan biaya operasional.
Copyrights © 2025