Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Kimia Pupuk ZA I/III & II Dengan Metode Min-Max dan Economic Order Quantity : (Studi Kasus: PT RTM) Tito, Rizky Tito Nugroho; Deny, Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i2.664

Abstract

PT RTN merupakan perusahaan yang memproduksi pupuk ZA I/III dan II berbahan dasar asam sulfat dan amonia. Perusahaan menghadapi permasalahan ketidakseimbangan stok, baik kelebihan maupun kekurangan, yang terjadi hampir setiap hari dan menyebabkan kerugian finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi pengelolaan persediaan bahan kimia dengan membandingkan metode Min-Max dan Economic Order Quantity (EOQ). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa total inventory cost (TIC) pada metode Min-Max adalah sebesar Rp53.881.650, sedangkan metode EOQ menghasilkan TIC sebesar Rp6.192.071. Sebagai perbandingan, TIC berdasarkan kebijakan perusahaan saat ini mencapai Rp76.183.090. Dengan demikian, penerapan metode Min-Max dapat menghemat biaya sebesar Rp22.301.440, sedangkan metode EOQ memberikan penghematan lebih tinggi sebesar Rp69.991.019. Berdasarkan hasil tersebut, metode EOQ terbukti lebih efisien dan direkomendasikan untuk diterapkan dalam pengendalian persediaan di PT RTN guna meminimalkan biaya operasional.
Analisis Waste Pada Produksi Granule Berbasis Pendekatan Lean Manufacturing : (Studi Kasus: PT Technology) Aldy, Wahyu Prasetyo; Deny, Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i2.666

Abstract

PT. Technology adalah perusahaan manufacturing yang produk setengah jadi seperti zinc stearate dan granule. Hasil pengamatan dilapangan, diketahui bahwa terjadi ketidakefisienan pada proses produksi granule. Pada produksi granule ada proses menunggu yang sangat lama pada saat transfer produk yang memiliki kisaran waktu setiap sekali transfer 167 menit. Jadi dengan hasil pengamatan memutuskan untuk memilih metode Lean Manufacturing untuk mengurangi pemborosan pada proses produksi granule. Hasil yang didapatkan dari current state mapping yang mengalami perbaikan waktu proses seperti tugas print paper yang berlangsung 30 menit dan buka tutup valve. Dengan waktu awal 232,56 menit menjadi 262,56 menit ketika penambahan tugas. Untuk operator mobile dapat membantu operator packing saat tidak ada pekerjaan lain. Dengan waktu awal 232,56 menit menjadi 378 menit ketika penambahan tugas. Proses produksi granule dengan diperoleh lead timenya 713,25 menit dan value addednya 457,25 yang sebelumnya lead timenya kisaran 722,25 menit dan value addednya 466,25. Memang tidak seberapa besar perubahan pada bagian lead time dan value added tetapi dengan usulan yang mengurangi jumlah operator packing yang awalnya 2 orang menjadi 1.