Di Indonesia, menjadi pasangan suami istri dan memutuskan untuk childfree bukanlah hal yang mudah karena menimbulkan masalah dan stigma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan resiliensi terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan yang memutuskan untuk chlidfree. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analisis regresi linier berganda. Sebanyak 1.201 pasangan yang memutuskan untuk childfree digunakan sebagai partisipan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari Multidimensional Scale of Perceived Social Support, The Connor-Davidson Resilience Scale, dan ENRICH Marital Satisfaction. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel dukungan sosial dan resiliensi terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan yang memutuskan untuk childfree (F=7863.76 dan sig. = 0.000). Kemudian, secara spesifik, dukungan sosial memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan yang memutuskan untuk childfree (t = 9.634 dan sig. = 0.000). Begitu juga dengan resiliensi yang berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pernikahan (t = 36.749 dan sig.= 0.000). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa ketika memilih untuk childfree, perlu adanya dukungan sosial yang seimbang dan diikuti dengan kemampuan resiliensi yang memadai. Hal ini dimaksudkan agar setiap pasangan tetap merasakan kepuasan terhadap pernikahan yang dijalani dalam kondisi childfree.
Copyrights © 2025