TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan
Vol 9 No 1 (2025): April

TRADISI PERNIKAHAN DENGAN WANITA BERSTATUS JANDA MATI DI MASYARAKAT KECAMATAN HARUYAN

Ardiansyah, Ardiansyah (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 May 2025

Abstract

Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara pria dan wanita untuk membentuk keluarga bahagia yang kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam Islam, aturan mengenai perkawinan telah diatur secara rinci, termasuk rukun, syarat, dan larangannya. Namun, di sebagian masyarakat Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, terdapat tradisi khusus, yaitu larangan bagi pasangan suami istri untuk langsung hidup bersama setelah akad nikah dan resepsi, khususnya jika mempelai wanita berstatus janda mati. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara dengan beberapa anggota masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan ini dilandasi oleh kepercayaan adat untuk menghindari musibah yang diyakini pernah terjadi dalam perkawinan sebelumnya. Meskipun dalam hukum Islam tidak terdapat larangan seperti ini, keluarga pihak perempuan tetap memegang adat tersebut sebagai bentuk kehati-hatian. Namun, dari sudut pandang hukum Islam, adat ini tidak termasuk dalam ‘urf yang dapat dijadikan dasar hukum, dan bahkan berpotensi menimbulkan masalah baru. Islam sendiri memandang tujuan utama pernikahan adalah menciptakan kehidupan baru yang harmonis secara sosial dan kultural. Kata Kunci: pernikahan, janda mati, ‘urf

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

tajdid

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Social Sciences

Description

TAJDID merupakan jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Frekuensi penerbitan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun setiap bulan April dan Oktober oleh LP2M IAI Muhammadiyah Bima. TAJDID akan menyajikan ide-ide yang up to date disertai dengan solusi-solusi yang relevan seputar pemikiran ...