Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh variabel pendidikan, tingkat upah minimum kabupaten/kota (UMK) dan kesempatan kerja memengaruhi kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah. Data yang digunakan adalah data panel 35 kota selama periode 2020-2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah. Metode analisis yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan, upah minimum kabupaten/kota dan kesempatan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, yang berarti bahwa tingkat pendidikan, tarif upah serta tingkat kesempatan kerja yang tinggi dapat menurunkan tingkat kemiskinan. Hasil ini memberi kesadaran untuk mendorong kebijakan yang dapat meningkatkan taraf pendidikan, upah yang sesuai dan menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas.
Copyrights © 2025