A series of actions that are often practiced by companies in order to minimize their tax burden, where these actions are still within legal limits because they are in line with the applicable legal system, are often referred to as tax avoidance. This study is intended to examine the contribution made by the variables of profitability, liquidity, and independent commissioners to tax avoidance in food and beverage companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2021-2023. The data used as analysis material is secondary data sourced from the company's financial statements and selected using a purposive sampling technique with a total of 104 companies in the sample. This research is based on a quantitative approach and the data is analyzed through multiple linear regression with SPSS 26.0 software. The analysis of the results shows that liquidity has a significant negative effect on tax avoidance. Therefore, an increase in a company's liquidity has an impact on reducing tax avoidance. Meanwhile, profitability and independent commissioners do not show any significant effect on tax avoidance. Based on these findings, it can be said that companies with a lot of liquidity are more likely to pay taxes on time. Serangkaian tindakan yang kerap dipraktikkan oleh perusahaan dalam rangka meminimalisasi beban pajaknya, di mana tindakan tersebut masih dalam batas legal karena sejalan dengan sistem hukum yang berlaku kerap disebut dengan istilah tax avoidance. Kajian ini dimaksudkan guna menelaah kontribusi yang diberikan oleh variabel profitabilitas, likuiditas, dan komisaris independen terhadap tax avoidance pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021 – 2023. Data yang dijadikan bahan analisis adalah data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan perusahaan dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah total 104 perusahaan dalam sampel. Riset ini berbasis pada pendekatan kuantitatif dan data dianalisis melalui regresi linear berganda dengan software SPSS 26.0. Analisis hasil memperlihatkan bahwa likuiditas memberikan pengaruh negatif yang signifikan terhadap tax avoidance. Oleh karena itu, kenaikan likuiditas suatu perusahaan berdampak pada penurunan penghindaran pajak. Sementara itu, profitabilitas dan komisaris independen tidak memperlihatkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap tax avoidance. Berdasarkan temuan ini, dapat dikatakan bahwa perusahaan dengan banyak likuiditas lebih cenderung membayar pajak tepat waktu.
Copyrights © 2025