Kesehatan jiwa merupakan kesehatan mental dimana keadaan seseorang dalam kesehatan fisik dan emosional yang baik, kemampuan mereka untuk menghadapi rintangan hidup dan menerima orang lain apa adanya, dan pandangan positif mereka terhadap diri mereka sendiri dan orang lain. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Panti Kesehatan Jiwa As Shifa melalui observasi kepada pasien ODGJ didapatkan bahwa masih ada pasien ODGJ yang memiliki harga diri dengan kategori rendah. Kegiatan pasien ODGJ di Yayasan Panti Kesehatan Jiwa As Shifa ini sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan harga diri pasien ODGJ sebelum dan setelah diberikan terapi okupasi kerajinan tangan. Desain penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan melalui observasi tingkat harga diri. Populasi yang digunakan yakni Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Yayasan Panti Kesehatan Jiwa As Shifa jumlah sampel 3 dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Variabel independent adalah terapi okupasi dan variabel dependent adalah harga diri pasien ODGJ. Sumber data dikumpulkan melalui observasi tingkat harga diri sebelum dan sesudah intervensi. Data yang diperoleh ditelaah melalui proses reduksi, penyajian, dan analisis deskriptif, dengan membandingkan kondisi harga diri pasien sebelum dan setelah terapi. Hasil penelitian didapatkan terdapat peningkatan harga diri pasien ODGJ sebelum dan setelah diberikan terapi okupasi sebesar 83% menunjukkan bahwa adanya perbedaan harga diri pada pasien ODGJ sebelum dan setelah diberikan terapi okupasi.
Copyrights © 2025