Pria memiliki kecenderungan kurang terlibat dalam layanan pengobatan HIV dan memiliki gambaran kesehatan yang lebih buruk daripada wanita. Maka dari itu, melakukan pendekatan yang berpusat pada pasien, peningkatan akses terhadap pengobatan, perawatan berkelanjutan, dan meningkatkan keterlibatan komunitas yang bebas stigma diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pengidap HIV. Penulis hendak mengidentifikasi faktor risiko internal dan eksternal, masalah klinis, dan penatalaksanaan holistik dan komprehensif sesuai pendekatan dokter keluarga, yaitu patient centered, family-approach, dan community oriented. Studi ini merupakan sebuah laporan kasus. Data diperoleh dari anamnesis, pemeriksaan fisik, kunjungan rumah, dan rekam medis. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kuantitatif dan kualitatif. Seorang pria, usia 31 tahun, terdiagnosis HIV sejak Mei 2024 dan rutin mengonsumsi ARV setelah mengikuti skrining voluntary conseling and testing (VCT). Pasien tidak memiliki keluhan. Pasien memiliki riwayat berganti pasangan dan hubungan seksual pria dengan pria tanpa pengaman. Didapatkan faktor risiko internal pasien berupa pengetahuan, nutrisi berlebih, dan aktivitas fisik yang kurang. Faktor eksternal berupa ketidaktahuan keluarga dan sanitasi rumah. Setelah dilakukan pendekatan dokter keluarga, didapatkan peningkatan pengetahuan mengenai HIV pada pasien, perbaikan asupan gizi, peningkatan aktivitas fisik, dan usaha memperbaiki sanitasi rumah.
Copyrights © 2025