Down Syndrome merupakan kelainan genetik trimosi, terdapat tambahan kromosom pada kromosom 21. Kejadian DS di Indonesia adalah 1 dalam 600 kelahiran hidup, Riskesdas 2018 menunjukan terjadi peningkatan kejadian down syndrome dari tahun 2013 yakni sekitar 0.21%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kuantitas dan kualitas konsumsi pangan anak down syndrome di rumah ceria Potads. Desain penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional yang bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah anak yang terlibat sampai akhir penelitian sebanyak 12 anak. Hasil penelitian menunjukan 33.3% anak memiliki status gizi gemuk/obesitas, Hasil Penelitian menunjukan bahwa kuantitas konsumsi pangan anak down syndrome masih kurang dan tidak beragam, hal ini dapat dilihat dari table kuantitas dan kualitas konsumsi. Kuantitas konsumsi menunjukan masih kurang konsumsi sayur, buah dan lauk nabati, hal ini dapat dilihat dari jumlah partisipasan serta sumbangan energi dari bahan pangan tersebut. Kualitas konsumsi pangan anak down syndrome menunjukan hasil yang kurang baik, hal ini terlihat dari rata-rata skor HEI masih dibawah nilai maksimum (skor 10).
Copyrights © 2024