Artikel ini mengkaji korelasi hukum dan kasih Tuhan dalam kitab Ulangan melalui pendekatan hermeneutik dan teologi biblika. Analisis terhadap Ulangan 6:4-9, 7:7-9, dan 30:15-20 menunjukkan bahwa perintah Allah bukanlah memuat legalistik, melainkan ekspresi kasih-Nya yang dinamis. Kitab ini menguraikan aturan sebagai anugerah yang menegaskan identitas Israel sebagai umat perjanjian. Pemilihan mereka didasari oleh kesetiaan Ilahi, tanpa mempertimbangkan kualitas atau jumlah. Ketaatan merupakan respons terhadap Allah yang terlebih dahulu mengasihi, sebagaimana tercermin dalam ajaran Shema. Temuan penelitian menggambarkan keseimbangan antara belas kasih dan keadilan Pencipta, dengan ketetapan-Nya bertujuan untuk kesejahteraan umat. Relevansi kitab kontemporer Ulangan terletak pada pemahaman bahwa peraturan adalah panduan yang memerdekakan untuk hidup benar dengan Tuhan dan sesama, serta memaknai penderitaan sebagai proses pendidikan yang didasari cinta kasih.
Copyrights © 2025