Artikel ini mengurai seputar perihal pemahaman yang keliru terhadap konteks Alkitab yang mengakibatkan tindakan yang salah bagi orang Kristen. Secara khusus penelitian difokuskan terhadap Matius 10:16 dalam konteks Yesus mengajar murid-murid mengenai strategi dalam melaksanakan tugas pemberitaan Injil di tengah-tengah setiap kondisi yang bisa membahayakan. Dalam lingkungan suku Batak ada yang memahami Matius 16:10 dengan keliru, ajaran cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati dipergunakan untuk membenarkan pergi ke dukun atau paranormal ketika menghadapi pergumulan hidup. Hal itu dipandang sebagai cara kecerdikan yang dibangun atas dasar ketulusan. Oleh karena itu, konteks Matius 10:16 dijelaskan dalam penelitian ini supaya orang Kristen jangan sampai terperangkap pada pemahaman yang salah. Metode kuantitatif dijadikan sebagai dasar penelitian ini dengan melakukan hermeneutik-deskriptif terhadap ayat Alkitab yang dibahas. Sumber-sumber literatur yang relevan dipadukan menjadi satu kesatuan berdasarkan topik yang akan dijelaskan, sehingga menggambarkan secara utuh bagaimana dampak pemahaman yang keliru terhadap konteks Kitab Suci yang bisa melahirkan kekristenan yang bersifat sinkritisme.
Copyrights © 2025