Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam meningkatkan perekonomian Indonesia, termasuk Kota Balikpapan yang akan menjadi salah satu pintu masuk menuju Ibu Kota Negara (IKN) baru. Hal tersebut menuntut UMKM di Kota Balikpapan untuk dapat memenuhi permintaan oleh-oleh dari para wisatawan. CV Azra Sentosa Jaya merupakan salah satu UMKM di Kota Balikpapan yang bergerak pada industri makanan berupa peyek kepiting dengan brand Kampoeng Timoer. Pada aktivitas rantai pasok yang dilakukannya, seringkali berpotensi menimbulkan berbagai risiko, seperti ketidakpastian supplier memenuhi kebutuhan bahan baku dan lamanya durasi waktu produksi. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan manajemen risiko untuk meminimalkan terjadinya risiko dalam perusahaan. Metode manajemen risiko yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model Supply Chain Operation Reference (SCOR) untuk pemetaan aktivitas bisnis dan House of Risk (HOR) untuk penilaian risiko. Terdapat 21 kejadian risiko dan 15 penyebab risiko dengan 7 penyebab risiko prioritas yang diperoleh berdasarkan diagram pareto. Penyebab risiko prioritas tersebut kemudian diberikan 7 usulan tindakan mitigasi yang dapat diterapkan oleh perusahaan.Kata Kunci: Risiko, Manajemen Risiko, Supply Chain Operation Reference (SCOR), House of Risk (HOR), Tindakan Mitigasi
Copyrights © 2025