Majalah dinding atau kerap disebut sebagai mading merupakan salah satu fasilitas yang ada di pesantren. Pengelolaan majalah dinding ditangani langsung oleh santri sebagai bentuk kegiatan ekstrakurikuler, dan sama sekali tidak mengikutsertakan pimpinan pesantren. Keterlibatan ustadz dalam pengelolaan majalah dinding hanya sebagai pengawas dan tidak dalam urusan teknis. Majalah dinding dikelola oleh santri untuk santri serta untuk para penghuni pesantren lainnya. Banyak pemikir Islam di Indonesia yang mempunyai latar belakang pernah ikut serta mengelola majalah dinding ketika menjadi santri di pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek penggunaan majalah dinding oleh santri di beberapa pesantren di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan berupaya mendeskripsikan fenomena atau objek penelitian sesuai dengan kondisi lapangan. Pendekatan yang tepat untuk mengonstruksi pendapat dan pengalaman yang dialami oleh peneliti dan informan adalah pendekatan kualitatif. Teori yang menjadi pedoman dalam penelitian ini adalah teori tindakan sosial, teori fenomenologi dan interaksi simbolik serta teori dramaturgi. Melalui wawancara dengan santri, hasil penelitian menunjukkan santri menggunakan majalah dinding di pesentrennya sebagai media komunikasi, kreativitas, kritik dan media referensi.
Copyrights © 2025