Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data populasi, pemotongan, dan produksi daging sapi potong di Kalimantan Selatan selama periode 2021 hingga 2023, serta mengevaluasi dampak program SIKOMANDAN (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri) terhadap indikator-indikator tersebut. Program SIKOMANDAN dirancang untuk meningkatkan populasi dan produksi daging sapi melalui perbaikan mutu genetik dan manajemen ternak yang lebih baik. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif serta uji Mann-Whitney untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan antar tahun dalam jumlah pemotongan sapi. Hasil analisis menunjukkan bahwa populasi dan pemotongan sapi potong di Kalimantan Selatan tetap stabil selama tiga tahun terakhir. Uji Mann-Whitney menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan dalam jumlah pemotongan sapi antara tahun 2021, 2022, dan 2023 (p > 0,05). Produksi daging sapi juga menunjukkan tren yang stabil, meskipun program SIKOMANDAN telah diterapkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun ada upaya peningkatan populasi dan produksi melalui program SIKOMANDAN, dampaknya terhadap produksi daging dan jumlah pemotongan sapi di Kalimantan Selatan masih belum signifikan. Kesimpulannya, stabilitas dalam populasi, pemotongan, dan produksi daging sapi potong menunjukkan bahwa sektor peternakan di Kalimantan Selatan memiliki ketahanan, namun memerlukan intervensi lebih lanjut agar program SIKOMANDAN dapat mencapai hasil yang lebih optimal. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi dan penyesuaian strategi program SIKOMANDAN, serta peningkatan dukungan teknis dan infrastruktur untuk mendukung pencapaian swasembada daging nasional.
Copyrights © 2025