Pendahuluan: Depresi postpartum merupakan gangguan emosional yang diakibatkan oleh mekanisme koping yang tidak memadai selama periode postpartum. Jika tidak ditangani, depresi dapat meningkatkan risiko suicide maupun infanticide. Kejadian depresi postpartum sering kali dikaitkan dengan rendahnya dukungan dari suami dan adanya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), yang keduanya dapat memperburuk kondisi psikologis ibu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terjadinya depresi postpartum dan hubungannya dengan dukungan suami dan KDRT. Metode: Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang dari Juni 2023 hingga Mei 2024. Sampel penelitian terdiri dari 152 ibu dengan bayi antara 4 minggu dan 6 bulan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, dan analisis statistik dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian depresi postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang sebesar 24,3%. Selain itu, ditemukan hubungan yang signifikan antara depresi postpartum dengan dukungan suami (nilai p 0,000) dan juga ditemukan hubungan yang signifikan antara depresi postpartum dengan kekerasan dalam rumah tangga (nilai p 0,000). Kesimpulan: Temuan ini menggarisbawahi hubungan yang signifikan antara depresi postpartum dan faktor-faktor seperti dukungan suami dan KDRT. Temuan ini menyoroti pentingnya hubungan suami istri yang suportif dan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga dalam mengurangi kejadian depresi postpartum
Copyrights © 2025