Perkembangan teknologi informasi turut memberikan dampak negatif terhadap kualitas interaksi dan komunikasi antar individu melalui kemunculan perilaku phubbing. Penelitian terdahulu menunjukkan pengaruh negatif perilaku phubbing terhadap perkembangan siswa, terutama penurunan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perilaku phubbing siswa dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan pendekatan deskriptif. 400 siswa SMAN 1 Kota Solok pengguna smartphone lebih dari 5 jam per hari dipilih sebagai responden penelitian menggunakan teknik proporsional random sampling. Data dikumpulkan melalui pendistribusian instrumen Generic Scale of Phubbing (GSP) versi bahasa Indonesia (Isrofin, 2020). Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dengan mempertimbangkan nilai kecenderungan pemusatan dan penyebaran data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perilaku phubbing siswa berada pada kategori rendah. Namun demikian, terdapat beberapa aspek yang masih berada pada kategori sedang, salah satunya yaitu nomophobia. Dengan demikian, meskipun secara umum siswa tidak menampilkan perilaku phubbing, namun masih terdapat kecenderungan nomophobia yang cukup besar. Diperlukan penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling untuk memelihara kondisi positif siswa yang tidak menunjukkan perilaku phubbing, dan upaya terapeutik terhadap kondisi nomophobia siswa. Pembahasan fokus pada salah satu aspek perilaku phubbing yaitu nomophobia, serta implikasi terhadap pelayanan bimbingan dan konseling.
Copyrights © 2025