Pendahuluan: Kurang mengonsumsi air putih dalam jangka panjang akan mengakibatkan seseorang mengalami dehidrasi berat. Dehidrasi berat dapat mengakibatkan kerusakan pada organ ginjal. Hal ini disebabkan karena dehidrasi berat akan mengurangi sirkulasi volume darah ke ginjal dan pada akhirnya akan merusak fungsi organ. Rusaknya fungsi organ ginjal akan menimbulkan berbagai macam penyakit ginjal salah satunya adalah cedera ginjal akut. Metode: Penelitian ini merupakan jenis survey, yang bersifat deskriptif yaitu untuk mengetahui jumlah urine pada Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Bengkulu Jurusan Promosi Kesehatan. Sampel penelitian adalah mahasiswa tingkat satu Jurusan Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu sebanyak 94 orang dengan menggunakan teknik sitematik random sampling. Data primer dikumpulkan melalui penugasan penampungan urine selama 24 jam, pengukuran tekanan darah, tinggi badan, berat badan dan nadi dilakukan di kelas. Data diolah dengan teknik analisis deskriptif dan korelasi. Hasil dan Pembahasan: Hasil Uji Korelasi Terdapat hubungan tekanan darah diastole dengan jumlah urine selama 24 jam, tidak ada hubungan frekuensi denyut nadi, tekanan darah Systolik dan indeks masa tubuh dengan jumlah urine. Ada hubungan denyut nadi dengan tekanan darah diastolic. Tidak ada hubungan denyut nadi dengan indeks masa tubuh . tidak ada hubungan tekanan darah baik sistolik maupun diastolic dengan indeks masa tubuh. Kesimpulan: Terdapat hubungan tekanan darah diastole dengan jumlah urine selama 24 jam, ada hubungan denyut nadi tekanan darah dan tidak ada hubungan frekuensi denyut nadi, tekanan darah systolik dan indeks masa tubuh dengan jumlah urine. Untuk menjaga pola hidup sehat terkhusus menjaga hidrasi tetap stabil dianjurkan nengkosumsi air minum pria untuk mengkonsumsi 3 liter (13 gelas) dan perempuan mengkonsumsi 2,2 liter (9 gelas) dari total minuman dalam sehari, untuk menghindari terjadinya dehidrasi dan gangguan ginjal.
Copyrights © 2025