Pendahuluan: Kasus gangguan perkembangan terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Penyebab utama dari gangguan perkembangan ini adalah stimulasi yang tidak optimal. Panduan stimulasi telah diberikan kepada orang tua melalui buku kesehatan ibu dan anak. Namun, ketidaksesuaian perkembangan anak tetap terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak dalam stimulasi perkembangan anak usia 0-6 tahun. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sebanyak 13 informan terlibat dalam penelitian ini yang merupakan ibu dari anak usia 0-6 tahun yang berasal dari 10 kelurahan di kota Bengkulu. Data dari informan berupa kepemilikan buku KIA, penggunaan buku KIA, dan penerpan stimulasi pada anak dikumpulkan melalui proses wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi. Data dianalisis dengan metode analisis naratif untuk menemtukan seberapa jauh penggunaan buku KIA dalam upaya stimulasi anak dan apa saja faktor yang mendasarinya. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua tidak menggunakan buku KIA sebagai panduan dalam stimulasi perkembangan anak. Terdapat kebiasaan yang membudayakan buku KIA hanya digunakan untuk kepentingan Posyandu. Kesimpulan: Stimulasi yang dilakukan orang tua belum memenuhi standar stimulasi pada setiap tahap perkembangan anak sesuai panduan stimulasi perkembangan anak yang terdapat di buku KIA. Sebagai upaya optimalisasi stimulasi perkembangan anak, tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi lebih intens pada orang tua agar memahami tahapan tumbuh kembang dan memanfaatkan informasi pada buku KIA secara maksimal khususnya panduan stimulasi perkembangan anak.
Copyrights © 2025