Penelitian ini mengkaji peran legitimasi ulama dalam dinamika politik dan sosial di Kabupaten Padang Lawas Utara. Fokus penelitian mencakup strategi pencegahan radikalisme yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama, fenomena politik dinasti di tingkat desa, dinamika koalisi partai politik dalam Pilkada 2018, serta partisipasi politik organisasi kepemudaan Karang Taruna. Temuan menunjukkan bahwa ulama berperan penting sebagai sumber legitimasi moral dan simbolik yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan politik lokal. Dalam konteks pencegahan radikalisme, ulama menjadi agen utama penyebaran pesan moderasi beragama yang mendukung stabilitas sosial. Di ranah politik desa, legitimasi ulama turut memperkuat struktur kekuasaan dinasti yang mengandalkan jaringan kekerabatan dan dukungan tokoh agama. Dalam proses Pilkada, keterlibatan ulama menjadi strategi krusial bagi partai politik dalam membangun koalisi dan memperoleh dukungan masyarakat, sementara Karang Taruna sebagai organisasi pemuda juga terpengaruh oleh legitimasi ulama dalam menentukan sikap politik anggotanya. Penelitian ini menegaskan bahwa legitimasi ulama tidak hanya berdimensi keagamaan, tetapi juga menjadi modal sosial-politik yang signifikan dalam membentuk opini publik dan mempengaruhi proses demokrasi lokal. Namun, keterlibatan ulama dalam politik praktis juga menimbulkan tantangan etis yang perlu dikelola agar peran mereka tetap konstruktif dan beretika dalam mendukung pembangunan masyarakat dan kehidupan demokrasi yang sehat.
Copyrights © 2025