Ampas kopi memiliki banyak manfaat, terutama bagi tanaman karena mengandung unsur hara seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) yang dapat menyuburkan tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat selama satu bulan, dari Agustus hingga September 2023. Penelitian terdiri atas dua tahap. Tahap pertama menggunakan metode deskriptif untuk menganalisis kandungan bahan dasar ampas kopi dan pupuk kandang sapi setelah 4 minggu inkubasi (MSI) dengan perlakuan B1 (100% ampas kopi) dan B2 (100% pupuk kandang sapi). Tahap kedua menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 8 ulangan, menguji formulasi kompos dari campuran ampas kopi dan pupuk kandang sapi dalam tiga taraf perlakuan: F1 (75% ampas kopi + 25% pupuk kandang sapi), F2 (25% ampas kopi + 75% pupuk kandang sapi), dan F3 (50% ampas kopi + 50% pupuk kandang sapi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan formulasi kompos berpengaruh sangat nyata terhadap pH, C-Organik, N-Total, dan P-Total (P₂O₅), namun tidak berpengaruh nyata terhadap K-Total (K₂O) dan rasio C/N. Perlakuan terbaik diperoleh pada F2 (25% ampas kopi + 75% pupuk kandang sapi), yang memberikan hasil optimal terhadap kualitas kompos. Dengan demikian, penelitian ini menyarankan penggunaan formulasi F2 sebagai kombinasi terbaik untuk menghasilkan kompos dari ampas kopi, karena memberikan keseimbangan unsur hara yang paling sesuai bagi pertumbuhan tanaman.
Copyrights © 2025