Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan
Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan

ANALISIS MAKNA DAN FUNGSI MANTRA DALAM TRADISI SEDEKAH PADA MALAM TAKBIRAN DI DESA KAMPUNG JERUK KECAMATAN BINDURIANG KABUPATEN REJANG LEBONG PROVINSI BENGKULU

Wulandari, Wulandari (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Mar 2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna dan fungsi mantra yang digunakan dalam tradisi sedekah pada malam takbiran di Desa Kampung Jeruk Kecamatan Binduriang Kabupaten Rejang Lebong. Tradisi ini merupakan praktik budaya yang dilakukan secara individu di rumah masing-masing yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi oleh masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan kepada arwah leluhur melalui pembacaan mantra. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pelafal mantra, dokumentasi dan rekam. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles & Huberman, yang meliputi tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan untuk menganalisis makna mantra menggunakan teori semantik oleh Kurniawan dkk (2023), sedangkan untuk menganalisis fungsi mantra menggunakan teori Hamidin (2016). Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah yakni: (1) Bagaimanakah makna bahasa dalam mantra yang digunakan dalam tradisi sedekah pada malam takbiran di Desa Kampung Jeruk Kecamatan Binduriang Kabupaten Rejang Lebong? (2) Apa fungsi mantra yang digunakan dalam tradisi sedekah pada malam takbiran di Desa Kampung Jeruk Kecamatan Binduriang Kabupaten Rejang Lebong?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra yang digunakan dalam tradisi sedekah pada malam takbiran di Desa Kampung Jeruk Kecamatan Binduriang Kabupaten rejang lebong memuat dua jenis makna utama, yaitu makna leksikal dan makna gramatikal. Makna leksikal berkaitan dengan arti kata yang sebenarnya, sedangkan makna gramatikal adalah makna yang muncul melalui proses afiksasi (penambahan imbuhan), pengulangan dan pemajemukan. Sementara itu, fungsi mantra bagi dukun adalah sebagai media untuk menunjukan kemampuan, sedangkan bagi masyarakat mantra berfungsi sebagai media religi dan pendidikan.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

progresif

Publisher

Subject

Education Other

Description

urnal Pendidikan dan Profesi Keguruan menerbitkan naskah hasil penelitian dan review literatur dalam bidang ilmu pendidikan, profesi keguruan, dan pembelajaran teknologi dan ...