Media sosial, di era ini, berfungsi sebagai alat pemasaran yang penting dalam membentuk persepsi konsumen tentang kualitas produk yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana faktor-faktor dalam pemasaran media sosial—yaitu entertainment, interaction, dan customization—mempengaruhi green perceived quality dan dampaknya terhadap willingness to pay price premium. Penelitian ini berfokus pada akun Instagram @thebodyshopindo, yang secara aktif dan transparan mengedukasi konsumen tentang keberlanjutan dan produk ramah lingkungan. Model penelitian ini mengembangkan empat hipotesis utama. H1, H2, dan H3 memeriksa pengaruh masing-masing variabel dari social media marketing —entertainment, interaction, dan customization —terhadap green perceived quality. Selanjutnya, H4 mengevaluasi apakah green perceived quality berpengaruh signifikan terhadap willingness to pay price premium. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei yang menargetkan pelanggan produk Body Shop yang berdomisili di Surabaya dan pernah membeli produk melalui akun Instagram @thebodyshopindo. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan SPSS 22 untuk menguji hubungan antar variabel. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang efektivitas social media marketing, khususnya entertainment, interaction, dan customization dalam membentuk green perceived quality dan mendorong perilaku konsumsi berkelanjutan, seperti willingness to pay price premium.
Copyrights © 2025