Pendahuluan: Pemahaman masyarakat Indonesia terkait keberadaan anak menjadi sangat penting dalam suatu rumah tangga. Infertilitas dipandang sebagai sebuah aib, hal ini tentu memberi dampak implikasi psikologis bagi pasangan infertil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman masyarakat tentang infertlitas di Bengkulu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Sampel penelitian ini berjumlah 15 orang yang terdiri dari 5 pasangan infertil (informan kunci) dan 5 orang informan utama yakni bidan dan petugas kesehatan, serta 5 orang informan tambahan yakni kader dan masyarakat. Data informasi responden berupa pemahaman tentang pengertian, faktor resiko dan pengobatan infertlitas serta kondisi psikologis pasangan infertil yang dikumpulkan melalui proses wawancara mendalam. Hasil dan Pembahasan: Hasil wawancara pada 15 orang responden, 8 diantaranya menyatakan tidak memahami tentang infertiltas, 5 pasangan infertil melakukan pola pengobatan medis dan non medis, serta 4 pasangan infertil dengan kondisi psikologis baik, namun 1 pasangan infertile, masih tertekan dan depresi. Kesimpulan: Minimnya pemahaman masyarakat tentang infertilitas, menimbulkan beban ganda bagi pasangan infertil. Tidak hanya pada pola pengobatan yang melibatkan dukun, keadaan psikologis pasangan infertil yang kembali diusik oleh pertanyaan masyarakat tentang keberadaan anak ditengah kehidupan mereka. Upaya penyuluhan baik dalam pola penanganan maupun pencegahan perlu segera dilakukan, agar masyarakat dapat memberi dukungan sosial dan pasangan infertil mendapatkan pengobatan medis yang tepat sesuai dengan kebutuhan mereka.
Copyrights © 2025