Dalam bidang konstruksi, semen merupakan material yang sangat erat kaitannya pada setiap pembangunan infrastruktur. Pada proses pembuatannya, Produksi semen menghasilkan emisi yang signifikan, terutama karbon dioksida (CO2), yang berkontribusi pada pemanasan global. Manufaktur semen adalah salah satu sumber terbesar emisi CO2 industri, menyumbang sekitar 8% dari emisi karbon global. Untuk mengatasi kasus ini, maka diperlukan penemuan yang dapat menggeser semen sebagai material konstruksi. Geopolimer diperkenalkan sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan karena Mengaplikasikan bahan perekat anorganik seperti alumina-silika polimer. Geopolimer menggunakan bahan dasar yang ramah lingkungan seperti fly ash, abu sekam padi, slag, kaolin yang mengandung banyak silika dan alumina. Penelitian ini menggunakan konsep geopolimer dalam pembuatan mortar berbahan dasar abu terbang atau fly ash dan abu sekam padi sebagai pengganti semen portland. Penelitian ini berfokus pada pengaruh penambahan limbah marmer pada mortar geopolimer berbasis fly ash dan abu sekam padi dengan larutan aktivator berupa NaOH 12 M. Variasi penambahan limbah marmer yang digunakan adalah 0%, 10%, 20% dan 30%. Penelitian ini mempresentasikan bahwa penambahan limbah marmer secara signifikan meningkatkan kekuatan tekan mortar. Kekuatan tekan tertinggi, sebesar 7,252 MPa, diperoleh dari variasi limbah marmer 30% pada umur 28 hari. Sementara itu, nilai porositas terendah, yaitu 14,29%, dicapai pada variasi limbah marmer yang sama.
Copyrights © 2025