Mengakses situs pornografi merupakan salah satu bentuk aktivitas cybersex yang paling sering dilakukan. Perilaku cybersex dikaitkan dengan kontrol diri sebab adanya sarana dan dorongan dari luar dan dalam diri seseorang yang hanya dapat diminimalisir apabila seseorang memiliki kontrol diri yang baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-esperimen dengan metode one group pre-test post-test. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang dipilih dengan metode simple random sampling. Hasil yang didaptkan adalah nilai sig (2-tailed) menunjukkan 0.033 < 0.05 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya, pelatihan ReTaS-C (Remaja Tangguh Bebas Cybersex) efektif untuk menurunkan perilaku cybersex pada mahasiswa.
Copyrights © 2025