Studi ini ditujukan untuk menguji pengaruh dua teknik latihan, yaitu interval training dan circuit training, menuju peningkatan nilai VO2Max pemain sepak bola di Kelas Khusus Olahraga SMA Negeri 1 Slogohimo. Metodologi yang digunakan adalah pre-experimental dengan struktur dua kelompok, yaitu pretest dan posttest. Populasi penelitian ini berjumlah 30 atlet sepak bola, dan sampel diambil menggunakan teknik total sampling, sehingga diperoleh 30 sampel yang dikelompokkan secara seimbang menjadi dua melalui desain ordinal pairing. Kelompok A menjalani interval training, sedangkan kelompok B menjalani circuit training. Pengukuran VO2Max dilakukan dengan menggunakan Bleep Test untuk mengukur daya tahan kardiovaskular atlet sebelum dan setelah perlakuan. Temuan menunjukkan bahwa setiap teknik latihan memengaruhi peningkatan yang signifikan terhadap VO2Max. Rata-rata nilai pretest untuk kelompok interval training adalah 46,87, sedangkan untuk kelompok circuit training adalah 45,20. Pada posttest, kedua kelompok menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan kelompok interval training mencapai 49,07 dan kelompok circuit training mencapai 49,87. Pengolahan data dilakukan pendekatan statistik parametrik melalui Paired Sample T-Test mengindikasikan bahwa nilai p-value lebih kecil dari 0,05, yang mengindikasikan signifikansi statistik dalam perubahan skor antara pretest dan posttest. Dari hasil tersebut, terlihat bahwa pendekatan training ini menunjukkan efektivitas dalam memperbaiki daya tahan kardiovaskular atlet sepak bola, namun hasil yang diperoleh dari latihan circuit training lebih optimal dibandingkan dengan latihan interval training. Wawasan ini dapat membantu dalam menyusun rencana latihan yang disesuaikan secara efektif guna menunjang kebugaran fisik pemain sepak bola.
Copyrights © 2025