Penelitian ini menganalisis dampak penggunaan kecerdasan buatan (AI) terhadap penurunan motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa di SMP Negeri 1 Ganding, sebuah sekolah rural di Sumenep, Jawa Timur. Dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, penelitian melibatkan 15 siswa, 5 guru, dan 1 kepala sekolah sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif selama 8 minggu, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan AI, seperti Quizizz, Google Classroom, dan ChatGPT, menyebabkan penurunan motivasi belajar akibat ketergantungan pada jawaban otomatis, rendahnya literasi digital, dan minimnya interaksi sosial. Kemampuan berpikir kritis menurun karena siswa cenderung menyalin solusi instan dari AI tanpa analisis mendalam. Faktor konteks rural, seperti keterbatasan infrastruktur, minimnya pelatihan guru, dan budaya belajar pasif, memperburuk masalah ini. Penelitian merekomendasikan pendekatan hibrida yang mengintegrasikan AI dengan pembelajaran kolaboratif, pelatihan literasi digital intensif, dan peningkatan infrastruktur teknologi.
Copyrights © 2025