Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana tradisi Sasi menjadi modal sosial bagi kehidupan masyarakat Maluku yang dapat dirancang sebagai kurikulum hijau yang dapat digunakan di lembaga pendidikan. Untuk memecahkan masalah tersebut, peneliti menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan di tiga kabupaten dan satu kota dari kabupaten di Provinsi Maluku dengan menggunakan teknik wawancara. Dengan informan dari tokoh masyarakat dan siswa. Hasil penelitian menggambarkan bahwa Sasi sebagai budaya secara umum dan secara khusus sebagai hukum adat, merupakan modal sosial dalam memperkuat persatuan dan kesatuan antar masyarakat. Melalui Budaya atau Tradisi Sasi dapat melahirkan budaya hidup yang tertib, rasa tanggung jawab, disiplin, dan cinta lingkungan. Kondisi ini telah membentuk polarisasi masyarakat yang beradab, kondisi ini telah berlangsung berabad-abad lamanya, dan berdampak pada keberlangsungan kehidupan masyarakat adat di Kepulauan Maluku. Muatan nilai-nilai Sasi sangat penting untuk diinternalisasikan melalui proses pewarisan melalui lembaga pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. diri sebagai bagian dari ekosistem dengan perannya dalam berbagai persoalan lingkungan.
Copyrights © 2025