Mahasiswa, seperti halnya remaja lain dalam fase transisi, sering menghadapi berbagai tekanan. Bagi mahasiswa tahun pertama, perubahan ini menjadi hambatan besar sebab wajib beradaptasi dengan lingkungan baru. Tanpa pengelolaan yang baik, tekanan-tekanan ini bisa memicu stres, yang didefinisikan sebagai interaksi transaksional berkelanjutan antara individu dan lingkungannya. Tingkat stres individu dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya. Dengan begitu, studi ini dirancang guna menyelidiki korealsi antara ketiga faktor tersebut dan tingkat stres yang dialami oleh mahasiswa tahun pertama program studi sarjana keperawatan Universitas Medika Suherman pada tahun 2024. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif berdesain komparatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 38 dari 42 mahasiswa menjadi sampel dengan teknik non-probabilitysampling dan metode purposive sampling. Temuan penelitian mengungkapkan hubungan yang signifikan antara motivasi (p-value=0.046), mekanisme koping (p-value=0.032), dan dukungan teman sebaya (p-value=0.024) dengan tingkat stres mahasiswa tahun pertama Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Medika Suherman di tahun 2024. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya memang memiliki keterkaitan dengan tingkat stres pada kelompok mahasiswa tersebut.
Copyrights © 2025