Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN MOTIVASI, MEKANISME KOPING DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP TINGKAT STRES MAHASISWA TAHUN PERTAMA DI PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN TAHUN 2024 Helmalia Oktaviani; Shout Flawless Simbolon; Triseu Setianingsih; Previarsi Rahayu
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i1.302

Abstract

Mahasiswa, seperti halnya remaja lain dalam fase transisi, sering menghadapi berbagai tekanan. Bagi mahasiswa tahun pertama, perubahan ini menjadi hambatan besar sebab wajib beradaptasi dengan lingkungan baru. Tanpa pengelolaan yang baik, tekanan-tekanan ini bisa memicu stres, yang didefinisikan sebagai interaksi transaksional berkelanjutan antara individu dan lingkungannya. Tingkat stres individu dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya. Dengan begitu, studi ini dirancang guna menyelidiki korealsi antara ketiga faktor tersebut dan tingkat stres yang dialami oleh mahasiswa tahun pertama program studi sarjana keperawatan Universitas Medika Suherman pada tahun 2024. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif berdesain komparatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 38 dari 42 mahasiswa menjadi sampel dengan teknik non-probabilitysampling dan metode purposive sampling. Temuan penelitian mengungkapkan hubungan yang signifikan antara motivasi (p-value=0.046), mekanisme koping (p-value=0.032), dan dukungan teman sebaya (p-value=0.024) dengan tingkat stres mahasiswa tahun pertama Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Medika Suherman di tahun 2024. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya memang memiliki keterkaitan dengan tingkat stres pada kelompok mahasiswa tersebut.
PENINGKATAN KESADARAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA DI SMP NEGERI 3 CIKARANG UTARA KABUPATEN BEKASI Cicilia Nony A. Bratajaya; Aprilina Sartika; Previarsi Rahayu
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/138v4283

Abstract

Gangguan mental yang sering terjadi pada remaja adalah gangguan emosi seperti depresi, cemas, mudah marah, atau frustasi. present tense. Selain itu gangguan makan seperti anoreksia nervosa juga dapat terjadi. Gangguan perilaku seperti ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) seperti sulit memperhatikan arahan, sering teralihkan, menyela pembicaraan, berbicara terlalu banyak, sering kehilangan barang, dan mudah tersinggung. Siswa SMP Kabupaten Bekasi menghadapi kondisi terpaan arus informasi yang cepat melalui media sosial. Penyaringan informasi kerap membuat remaja bingung menentukan hal yang baik dan hal yang buruk bagi kesehatan mental mereka. Tujuan PKM manajemen kesehatan mental pada remaja dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam menghadapi masalah kesehatan mental dan ancaman psikologis.Metode PKM dilakukan dengan ceramah, diskusi, demonstrasi dan simulasi metode pelukan kupu-kupu yang dilakukan oleh pelaksana PKM kepada siswa SMP. Hasil dari kegiatan ini berhasil memberikan respon emosi yang positif kepada siswa yang mengalami masalah kesehatan mental akibat berkelahi dengan teman, merasa cemas, memiliki masalah keluarga karena perceraian orang tua, dipukul oleh orang tua, dimarahi dengan kata kasar, tidak percaya diri dan cenderung menarik diri.  Sebagai rekomendasi rencana tindak lanjut pentingnya bekerja sama dengan Puskesmas Pembina agar Kesehatan mental siswa sekolah dapat termonitor.
Pengaruh Terapi Bermain Paper toys terhadap Peningkatan Perkembangan Motorik Halus pada Anak dengan Retardasi Mental Andini Rahma Diyanti; Riska Wati; Retno Anggraeni Puspita Sari; Previarsi Rahayu
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v8i2.393

Abstract

Children with mental retardation commonly experience developmental delays, including impairments in fine motor skills that play a crucial role in academic readiness and daily functional independence. The limited use of engaging and structured interventions in special education settings often results in suboptimal fine motor stimulation. This study aimed to analyze the effect of paper toy play therapy on improving fine motor development in children with mental retardation. A pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed involving 37 students at SDLB Ananda Mandiri Tambun, Bekasi Regency. Fine motor development was assessed using a 12-item observational checklist administered before and after four intervention sessions. The findings showed an increase in the mean score from 20.16 to 26.43. The Wilcoxon Signed-Rank test yielded a p-value < 0.001, indicating a statistically significant difference between pretest and posttest scores. Before the intervention, most children were categorized as poor or adequate; however, post-intervention assessments demonstrated an increase in the number of children who achieved good fine motor performance. This study concludes that paper toy play therapy is effective in enhancing fine motor skills in children with mental retardation. Its implications highlight the potential for integrating this therapy into individualized education programs in sp