Keselamatan penerbangan adalah suatu kondisi di mana operasi penerbangan berlangsung dengan risiko yang sangat rendah terhadap keselamatan penumpang, awak, dan kargo. Keselamatan penerbangan merupakan aspek krusial dalam operasi penerbangan sipil maupun militer, sehingga memerlukan perhatian serius terhadap faktor-faktor yang dapat memengaruhinya. Skuadron 13/Amur Balottama Yudha, di bawah Pusat Penerbangan Angkatan Darat, memiliki tugas operasi militer di bidang penerbangan. Antara tahun 2014 hingga 2024, telah terjadi 14 jenis kecelakaan di Pusat Penerbangan Angkatan Darat yang mengakibatkan kerugian personel maupun material. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi, kesehatan, dan manajemen konflik terhadap keselamatan penerbangan awak udara di Skuadron 13/Amur Balottama Yudha. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner, serta analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS 29.0. Dari populasi penelitian sebanyak 103 personel air crew, sebanyak 82 personel dijadikan sampel sebagai responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi dan kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keselamatan penerbangan, sedangkan manajemen konflik tidak berpengaruh terhadap keselamatan penerbangan. Namun, secara simultan, kompetensi, kesehatan, dan manajemen konflik berpengaruh terhadap keselamatan penerbangan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kompetensi, kesehatan, dan manajemen konflik akan berdampak pada keselamatan penerbangan air crew di Skuadron 13/Amur Balottama Yudha.
Copyrights © 2025