Liang merupakan pekuburan orang Toraja. Pekuburan tersebut adalah tebing batu yang dipahat dan ke dalamnya ditempatkan mayat. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki filosofi Liang serta Sumbangsihnya bagi Keberlanjutan Ekologi dan Kaitannya dengan Kejadian 2:15. Urgensi dari penelitian ini adalah masalah pemanfaatan lahan yang berkontribusi dalam kerusakan lingkungan, dapat ditangani secara baik jika ada kesadaran untuk melihat kembali bagaimana kerafian lokal justru pro-alam dan bersahabat terhadap ekologi dan kaitannya dengan tanggungjawab Stewardship dalam Kej. 2:15. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui penelitian lapangan dan studi kepustakaan. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu Filosofi Liang sebagai tempat pekuburan orang Toraja menggambarkan kearifan lokal yang penuh dengan nilai ekologis. Pilihan untuk menguburkan jenazah di tebing atau gua batu, mencerminkan pandangan bahwa tanah adalah sumber kehidupan yang produktif—tempat bercocok tanam untuk keberlangsungan hidup manusia. Dengan tidak menggunakan tanah sebagai lahan pemakaman, masyarakat Toraja menunjukkan kesadaran ekologis yang tinggi, yaitu menjaga tanah agar tetap berfungsi sebagai sumber daya produktif. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi lokal mampu memberikan solusi terhadap isu keberlanjutan lingkungan.
Copyrights © 2025