Paya Rombe, Ascteria
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Filosofi Liang serta Sumbangsihnya bagi Keberlanjutan Ekologi dan Kaitannya dengan Kejadian 2:15: Kajian Ekoteolgi Kontekstual Paya Rombe, Ascteria; Wati, Wira; Yudistira, Vincentsius
APOSTOLOS Vol 5 No 1 (2025): May
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/a.v5i1.421

Abstract

Liang merupakan pekuburan orang Toraja. Pekuburan tersebut adalah tebing batu yang dipahat dan ke dalamnya ditempatkan mayat. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki filosofi Liang serta Sumbangsihnya bagi Keberlanjutan Ekologi dan Kaitannya dengan Kejadian 2:15. Urgensi dari penelitian ini adalah masalah pemanfaatan lahan yang berkontribusi dalam kerusakan lingkungan, dapat ditangani secara baik jika ada kesadaran untuk melihat kembali bagaimana kerafian lokal justru pro-alam dan bersahabat terhadap ekologi dan kaitannya dengan tanggungjawab Stewardship dalam Kej. 2:15. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui penelitian lapangan dan studi kepustakaan. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu Filosofi Liang sebagai tempat pekuburan orang Toraja menggambarkan kearifan lokal yang penuh dengan nilai ekologis. Pilihan untuk menguburkan jenazah di tebing atau gua batu, mencerminkan pandangan bahwa tanah adalah sumber kehidupan yang produktif—tempat bercocok tanam untuk keberlangsungan hidup manusia. Dengan tidak menggunakan tanah sebagai lahan pemakaman, masyarakat Toraja menunjukkan kesadaran ekologis yang tinggi, yaitu menjaga tanah agar tetap berfungsi sebagai sumber daya produktif. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi lokal mampu memberikan solusi terhadap isu keberlanjutan lingkungan.
POMPANG: Transformasi Alat Musik Tradisional Dalam Masyarakat Mamasa Apolos Buttu, Raimon; Devisa, Orin; Paya Rombe, Ascteria
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 2 No. 2 (2024): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jmcd.v2i2.204

Abstract

Masyarakat Mamasa masih memiliki warisan kebudayaan dibidang seni musik salah satunya adalah pompang. Pompang  merupakan alat musik tradisional berbahan dasar bambu yang dibentuk sedemikian rupa hingga menghasilkan nada ketika dimainkan. Alat musik pompang adalah instrumen musik yang memiliki nilai budaya yang tinggi dan merupakan bagian integral dari identitas budaya Mamasa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perubahan yang terjadi pada alat musik pompang dari masa ke masa, serta memahami peran dan fungsi alat musik tersebut dalam kehidupan masyarakat Mamasa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan melibatkan wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat musik pompang telah mengalami transformasi signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Transformasi Pompang dilatarbelakangi oleh keinginan untuk memadukan alat musik lainnya agar menciptakan kombinasi alat musik tradisional dan menciptakan suasana yang berbeda.  Transformasi pompang dalam masyarakat Mamasa menunjukkan adaptasi alat musik tradisional terhadap perubahan sosial dan budaya. Perubahan tersebut meliputi perubahan dalam teknik pembuatan, pemilihan bahan, serta perubahan dalam penggunaan dan penampilan alat musik tersebut. Selain itu, alat musik pompang juga memiliki peran yang kuat dalam ekspresi budaya masyarakat Mamasa. Alat musik ini digunakan dalam berbagai acara adat, upacara keagamaan, dan pertunjukan seni tradisional. Alat musik pompang juga menjadi simbol identitas budaya Mamasa yang unik dan berharga. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang transformasi alat musik tradisional pompang dalam masyarakat Mamasa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya melestarikan budaya dan warisan musik tradisional dalam konteks Mamasa, serta memberikan pemahaman yang lebih baik tentang peran alat musik tradisional dalam kehidupan masyarakat lokal.