Pemimpin Kristen sebagai teladan jemaat mempunyai peran penting dalam memberi nasihat. Artikel ini membahas sikap gembala dalam menegur jemaatnya menurut Surat 1 Timotius 5:1-2 dan implikasinya bagi gembala masa kini. Penelitian ini ingin mengulas bagaimana tanggung jawab penting pemimpin jemaat dalam mewujudkan kedewasaan rohani jemaat, dengan berfokus pada bagaimana cara gembala harus menegur jemaat yang melakukan kesalahan. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks sintaksis dan semantis untuk menemukan makna menasihati dalam surat Timotius. Hasil penelitian menyoroti pentingnya pemimpin jemaat dalam mewujudkan kedewasaan rohani jemaat, dengan fokus pada cara gembala harus menegur jemaat yang melakukan kesalahan. Artikel ini juga mengaitkan hasil penelitian dengan penerapan konsep teologis dalam konteks personal, dimana pemimpin jemaat harus menganggap jemaat sebagai keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, saudara laki-laki, dan saudara perempuan. Kesimpulannya, setiap pemimpin jemaat seharusnya tidak menggunakan otoritas dan jabatannya untuk berkata kasar, melainkan memberikan nasihat dengan rasa hormat, kelembutan, dan penuh kasih, dengan tujuan menghasilkan perubahan yang lebih efektif.
Copyrights © 2025