Koperasi merupakan sebuah kelembagaan petani yang memiliki peran penting terhadap kesejahteraan anggota. Saat pengelolaan koperasi terdapat berbagai permasalahan yang muncul dari segi permodalan, pemasaran maupun motivasi para anggota. Oleh sebab itu, perlu adanya pemberdayaan sebagai sebuah proses meningkatkan kemampuan petani agar lebih mandiri sebagai anggota koperasi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis proses, strategi, dan dampak kegiatan pemberdayaan masyarakat pada petani jamur. Penelitian dilaksanakan di Koperasi Jamur Merekah, Bambanglipuro, Bantul. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian didapatkan melalui proses observasi dan wawancara secara langsung pada kegiatan koperasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian, proses pemberdayaan masyarakat meliputi tiga tahapan, yaitu tahapan penyadaran, pendayaan dan pemberian peluang, tahapan penyadaran meliputi penyuluhan terkait budidaya jamur oleh Balai Penyuluhan Pertanian dan Dinas Koperasi Bantul. Strategi pemberdayaan yang dilakukan pada anggota koperasi adalah dengan pemberian bantuan pemasaran dengan sistem gadai dan adanya modal berupa paguyuban sebagai wadah tukar informasi petani. Dampak yang muncul dari kegiatan pemberdayaan pada petani jamur diukur secara kualitatif lewat dampak ekonomi, sosial, dan teknis.
Copyrights © 2025