Pancasila menghadapi tantangan baru di era digital, terutama di kalangan Generasi Z yang tumbuh dalam lingkungan media sosial. Generasi ini cenderung menunjukkan resistensi terhadap simbol ideologis formal, yang sering disalahartikan sebagai krisis ideologi. Namun, resistensi tersebut lebih tepat dilihat sebagai pergeseran identitas sosial dari negara ke komunitas digital. Studi ini mendekonstruksi narasi krisis ideologi dan menganalisis relasi Gen Z dengan nilai-nilai Pancasila menggunakan pendekatan Social Identity Theory melalui metode literature review. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti keadilan sosial, kemanusiaan, dan demokrasi masih hadir dalam kesadaran Gen Z, meskipun tidak selalu terasosiasi langsung dengan Pancasila. Tantangan utama terletak pada cara negara mengkomunikasikan ideologi tersebut. Diperlukan pendekatan pendidikan Pancasila yang lebih kontekstual, digital, dan partisipatif agar sesuai dengan identitas sosial Generasi Z.
Copyrights © 2025