Stemi adalah kondisi gawat darurat yang mengancam jiwa, ditandai oleh tersumbatnya arteri koroner secara menyeluruh yang berujung pada iskemia miokard dan kerusakan jaringan jantung. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologis untuk mengatasi pasien Stemi ini adalah posisi semi fowler dan pursed lip breathing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi napas dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah diberikan intervensi pemberian posisi semi fowler dan teknik pursed lip breathing. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan melibatkan satu orang pasien yang mengalami Stemi di Instalasi Gawat Darurat RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada bulan April 2025. Tindakan yang dilakukan adalah posisi semi fowler dan pursed lip breathing selama 15 menit, dengan instrumen berupa alat saturasi oksigen, lembar observasi pengukuran frekuensi napas. Sebelum diberikan intervensi tersebut pasien dilakukan pengecekan frekuensi nafas 28 x/m dan saturasi oksigen 93 %. Setelah pemberian intervensi dilakukan kembali pengukuran frekuensi nafas 22 x/m dan saturasi oksigen 97 %. Pemberian posisi semi fowler dan pursed lip breathing mampu menurunkan frekuensi nafas dan meningkatkan saturasi oksigen.
Copyrights © 2025