Proses pendaftaran wajib pajak di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Labuhanbatu masih dilakukan secara manual menggunakan formulir fisik dan pencatatan konvensional, yang menyebabkan inefisiensi, keterlambatan pembaruan data, dan rendahnya akurasi informasi. Permasalahan ini berdampak pada pelayanan publik yang tidak optimal dan potensi terhambatnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem informasi pendaftaran wajib pajak berbasis web sebagai solusi untuk mempercepat, mempermudah, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan data wajib pajak. Sistem yang dikembangkan diberi nama SIPANTAS (Sistem Informasi Pendaftaran Wajib Pajak Terintegrasi), yang dirancang menggunakan metode Waterfall dan dibangun dengan teknologi PHP, MySQL, dan framework CodeIgniter. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berbasis web ini mampu menyederhanakan alur pendaftaran dari delapan tahapan manual menjadi lima tahapan digital yang lebih efisien, mengurangi risiko kesalahan input sebesar 40%, serta meningkatkan kecepatan pemrosesan data hingga 60% dibandingkan metode sebelumnya. Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat menjadi model digitalisasi layanan perpajakan yang dapat diadopsi secara lebih luas dalam lingkup pemerintahan daerah
Copyrights © 2025