Kajian literatur ini mengeksplorasi dampak integrasi ChatGPT dalam ekosistem pendidikan Indonesia dengan menelaah 15 studi empiris dan teoretis yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2024. Temuan menunjukkan bahwa ChatGPT berkontribusi positif terhadap peningkatan efisiensi pembelajaran, personalisasi materi, dan akses informasi. Penerapannya terbukti meningkatkan pemahaman siswa dalam bidang sains dan matematika (Susanto & Ramadhani, 2023) serta partisipasi dalam pembelajaran bahasa (Huang et al., 2022). Meskipun demikian, pemanfaatan ChatGPT juga memunculkan sejumlah tantangan signifikan, seperti meningkatnya risiko plagiarisme (73% mahasiswa menggunakan AI tanpa atribusi; Cotton et al., 2023), kesenjangan infrastruktur digital (hanya 34% sekolah di wilayah pedesaan memiliki akses internet yang stabil; UNESCO, 2023), serta rendahnya literasi digital guru di daerah 3T (Wahyuni et al., 2022). Selain itu, terdapat ambivalensi di kalangan pendidik akibat kekhawatiran etis dan kurangnya pelatihan (Fatimah & Nugroho, 2023). Untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi ini, diperlukan regulasi kebijakan yang spesifik, pelatihan guru berbasis AI, dan penguatan infrastruktur digital. Kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan pengembang teknologi menjadi krusial dalam membangun ekosistem AI yang inklusif, adaptif, dan beretika di Indonesia.
Copyrights © 2025