Pengelolaan irigasi yang baik sangat penting untuk mendukung keberlanjutan pertanian dan mencegah alih fungsi lahan di perkotaan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melakukan pendataan aset serta menilai kinerja sistem irigasi di daerah Mergaya, guna merumuskan kebijakan pengelolaan yang lebih efektif. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, memanfaatkan aplikasi EPAKSI (Elektronik Pengelolaan Aset dan Kinerja Sistem Irigasi). Data dikumpulkan melalui observasi langsung sepanjang jaringan irigasi primer dan sekunder, yang mencakup survei Pendataan Aset Irigasi (PAI) dan Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI). Hasil dari PAI menunjukkan bahwa aset irigasi di Mergaya terdiri dari enam bangunan irigasi, dua ruas saluran primer, dan dua ruas saluran sekunder dengan kondisi fisik tergolong jelek. Analisis data IKSI mengungkapkan bahwa kinerja jaringan irigasi juga berada dalam kondisi buruk, dengan indeks kinerja hanya mencapai 49,75%, di bawah ambang 50%. Sebagai kesimpulan, penelitian ini merekomendasikan perlunya pemeliharaan berkala yang bersifat perbaikan berat serta penggantian aset yang sudah tidak layak untuk meningkatkan kinerja sistem irigasi.
Copyrights © 2025