Cumi-cumi (Loligo sp) menjadi salah satu komoditas produk perikanan laut yang banyak disukai masyarakat, namun dengan bertambahnya jumlah industri dan pemukiman penduduk dalam suatu wilayah, umumnya di area tersebut sudah mengalami polusi karena peningkatan jumlah limbah salah satunya terkandung logam berat seperti arsen, dalam memperpanjang masa simpan pada produk seperti cumi yang mudah rusak dengan pencampuran bahan kimia berbahaya seperti formalin, selain cemaran logam dan kimia produk cumi-cumi juga rentan akan cemaran mikroba seperti Salmonella sp. Penelitian ini dilaksanakan dengan maksud untuk memahami keamanan pangan pada cumi segar yang diperdagangkan di pasar-pasar tradisional Kota Bogor. Pengujian logam berat arsen menggunakan alat dengan metode Atomic Absorption Spektrophotometer, formalin menggunakan Rapid Tes Kit merek Labtest serta pengujian cemaran mikroba menggunakan metode kualitatif. Sampel penelitian didasarkan dengan menerapkan teknik pengambilan sampel secara purposive yang melibatkan enam pasar tradisional yang berlokasi di Kota Bogor dengan dua kali ulangan simplo. Hasil penelitian pengujian logam berat menunjukan bahwa seluruh sampel terkandung logam arsen dengan kadar arsen berkisar 0,01- 0,09 mg/kg dan tidak melebihi ambang batas Standar Nasional Indonesia (1,0 mg/Kg), pengujian formalin semua sampel negatif terhadap kandungan formalin mengacu Standar Permenkes RI No 033 Tahun 2012, dan untuk pengujian cemaran mikroba pada penelitian ini seluruh sampel negatif mengandung Salmonella sp. dan tidak melebihi batas (negatif/25 g).
Copyrights © 2025