Claim Missing Document
Check
Articles

The Potential of Butterfly Pea Flower Methanol Extract as an Antioxidant by in Silico Tiana Fitrilia; M. Fakih Kurniawan; Febryana Rahayu Kurniawati; Tirta Setiawan
Indonesian Journal of Applied Research (IJAR) Vol. 1 No. 3 (2020): Indonesian Journal of Applied Research (IJAR)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ijar.v1i3.64

Abstract

Abstract: Butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) is a flowering plant from the Fabecea family that can grow vines. Butterfly pea flower are known to have chemical components that can act as antioxidants. This study aims to predict the potential of active compounds from methanol extract of butterfly pea flower in inhibiting reactive oxygen species (ROS) based on bond affinity (∆G), the value of Root Mean Square Deviation (RMSD) and their interactions. The method used was a computational method with in silico technique. The software used was Autodock Vina with visualization using the Biovia Discovery Studio Visualizer 2020. The enzyme receptor was NADPH Oxidase (NOX) obtained from Protein Data Bank and the test ligands were a chemical compound from methanol extract of butterfly pea flower. The results of the in silico study showed that the NO had a innate ligand, namely the GTP ligand which has a ∆G value of -7.3 kcal/mol, an RMSD value of 3.1111 Å and the interaction with the receptor that involves the presence of hydrogen bonds. Based on the results of the analysis of 11 test ligands, the chemical component of caffeine was predicted to have the most potential in inhibiting ROS compounds with a value of ∆G -5.4, RMSD value of 1.328 Å and had the same amino acid residue in hydrogen bonding, namely ASP118, and GLY15. The test ligand had the ability to inhibit ROS compounds with a lower level of stability than the innate ligand. Keywords: antioxidant; butterfly pea flower; in silico; NADPH oxidase, ROS
Sappan (Caesalpinia Sappanl.) Extract-Based Label for Detection of Chicken Meat Spoilage Muhammad Fakih Kurniawan; Tiana Fitrilia; Hikmah Nur Chosida; Nursyawal Nacing
Indonesian Journal of Applied Research (IJAR) Vol. 2 No. 3 (2021): Indonesian Journal of Applied Research (IJAR)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ijar.v2i3.146

Abstract

Brazilin in sappan is sensitive to pH, which make it possible as indicator of food quality. This research aimed to investigate performance of sappan extract as colorant for indicator label applied in chicken meat packaging. The samples were stored at room and refrigerator temperature. They were then tested for color change of label RGB (Red Green Blue), pH and TVB-N (Total Volatile Base-Nitrogen) of the meat. Data were analyzed using ANOVA at significant level of 5%. Indicator label showed the reduced RGB during storage, while pH and TVB-N increased. In case of room temperature, the color change into pink occurred in day 3 with pH 6.72 and TVB-N 1.84 mg N/100g. Meanwhile, for samples at refrigerator temperature, the label color turned into pink in day 6, with pH 6.56 and TVB-N 2.09 mg N/100g. In this regard, indicator label could detect the depletion of chicken meat quality as indicated by color shift from yellow to pink when pH and TVB-N were at critical value. This result provides significant output for development of sappan extract for indicator of meat spoilage.
Analisis Kandungan Formalin Pada Ikan Asin di Pasar Tradisional Sukabumi serta Hubungannya dengan Pengetahuan Penjual Tentang Formalin siti ulfah fauzia hasanah
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 5 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.273 KB) | DOI: 10.20884/1.jgipas.2021.5.2.4569

Abstract

Ikan merupakan bahan pangan yang sering dijadikan sumber protein hewani oleh manusia, ikan merupakan bahan pangan yang sangat mudah membusuk, agar tidak cepat busuk maka ikan bisa diawetkan dengan penggaraman dan penjemuran, tetapi banyak produsen bahkan penjual yang menambahkan formalin kedalam ikan asin agar lebih awet. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kandungan formalin pada ikan asin dan pegetahuan pedagangnya di pasar X dan Y Sukabumi serta korelasi keduanya. Analisis kandungan formalin menggunakan test kit, sedangkan analisis pengetahuan pedagang tentang formalin menggunakan data kuesioner. Selanjutnya dilakukan uji chi square dan fisher exact test untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pedagang tentang formalin dengan penggunaan formalin. Hasilnya didapatkan bahwa 4 dari 30 sampel ikan asin mengandung formalin. Analisis pengetahuan tentang formalin didapatkan hasil bahwa 9 penjual memiliki pengetahuan tinggi dan 6 orang memiliki pengetahuan rendah tentang formalin. Hasil analisis chi square didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara penggunaan formalin pada ikan asin dengan pengetahuan penjual tentang formalin dengan nilai signifikasi 0,634 (P>0,05) dan nilai fisher exact test sebesar 1 (>0,05)
Karakteristik Organoleptik dan Kimia Snack Nori dari Daun Chaya dan Tapioka Miftahul Huda; Sri Rejeki Retna Pertiwi; Muhammad Fakih Kurniawan
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 12, No 1 (2022): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.12.1.2022.60-70

Abstract

The market opportunity for snack products is currently very high, this is indicated by the many different shapes and flavors. Snack nori is one form of the diversity of snack products and is an alternative to healthy snacks. Chaya (C. aconitifolius) is an opportunity for Chaya (C. aconitifolius) as a substitute for alternative raw materials, which are abundant and have a high crude fiber content. This study aims to utilize chaya (C. aconitifolius) in the manufacture of nori snacks with the addition of tapioca. The experimental design used was a completely randomized design (CRD) with two factors, namely factor A was the formulation of the ratio of chaya and tapioca (60:40, 40:60, 80:20) and factor B was the processing method (oven and frying. The results of data analysis used analysis of variance (ANOVA) with Duncan's Advanced Test with a 95% confidence interval. The selected nori snack is a comparison of chaya and tapioca (80:20) with the frying processing method with a color sensory value of 7.32 (towards greenish black), taste of (towards savory), aroma of 7.26 (towards very unpleasant). rancid), and texture of 7.65 (towards crunchy); color hedonic score 6.33, taste 6.46, 6.47, texture 6.54, overall 6.54 each towards very like. The results of the chemical test of the selected nori snack were 3.11% water content, 3.05% ash content, 19.7% protein content, 9.72% fat content, 67.53% carbohydrate content and 14.3% crude fiber.
Karakteristik Sensori dan Fisikokimia Pepaya California Hasil Pemeraman dengan Menggunakan Daun Lamtoro (Leucaena Leucocephala) Almaidah Almaidah; Muhammad Rifqi Suryana; Muhammad Fakih Kurniawan
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol16n2.6

Abstract

Pepaya merupakan yang termasuk kedalam buah klimaterik yang akan cepat matang dalam waktu singkat, hal tesebut membuat banyak petani melakukan pemetikan pepaya dalam keadaan masih dalam keadaan setengah matang dengan tujuan agar dapat menjaga mutu papaya pada saat distribusi. Salah satu upaya untuk dapat membuat papaya matang sempurna Ketika sampai pada konsumen adalah dengan melakukan pemeraman menggunakan daum lamtoro.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai lama pemeraman dengan menggunakan daum lamtoro terhadap karakteristik sensori serta fisikokimia pada papaya California. Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lama pemeraman 4 taraf: 0 hari, 3 hari, 5 har dan 7 hari, serta penggunaan daum lamtoro 2 taraf: 0% dan 2.0 dengan pengulangan sebanyak 2 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Lama pemeraman dan jumlah daun lamtoro berpengaruh nyata terhadap sifat sensori, sifat fisik dan kimia pada pepaya california. Pepaya california terpilih adalah pepaya perlakuan dengan lama pemeraman 5 hari dan menggunakan daun lamtoro sebanyak 20%. Penggunaan daun lamtoro mampu untuk mempercepat proses pematangan pada pisang pepaya california.pepaya california terpilih mempunyai rata-rata tingkat kekerasan yaitu 4,5 kg/cm2. Pepaya california terpilih mengandung rata-rata kadar air 89,78%, kadar total gula 12,53% dan kadar vitamin C 144,86 (mg/100 g).
Karakteristik Sensori dan Fisikokimia Pepaya California Hasil Pemeraman dengan Menggunakan Daun Lamtoro (Leucaena Leucocephala) Almaidah Almaidah; Muhammad Rifqi Suryana; Muhammad Fakih Kurniawan
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol16n2.6

Abstract

Pepaya merupakan yang termasuk kedalam buah klimaterik yang akan cepat matang dalam waktu singkat, hal tesebut membuat banyak petani melakukan pemetikan pepaya dalam keadaan masih dalam keadaan setengah matang dengan tujuan agar dapat menjaga mutu papaya pada saat distribusi. Salah satu upaya untuk dapat membuat papaya matang sempurna Ketika sampai pada konsumen adalah dengan melakukan pemeraman menggunakan daum lamtoro.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai lama pemeraman dengan menggunakan daum lamtoro terhadap karakteristik sensori serta fisikokimia pada papaya California. Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lama pemeraman 4 taraf: 0 hari, 3 hari, 5 har dan 7 hari, serta penggunaan daum lamtoro 2 taraf: 0% dan 2.0 dengan pengulangan sebanyak 2 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Lama pemeraman dan jumlah daun lamtoro berpengaruh nyata terhadap sifat sensori, sifat fisik dan kimia pada pepaya california. Pepaya california terpilih adalah pepaya perlakuan dengan lama pemeraman 5 hari dan menggunakan daun lamtoro sebanyak 20%. Penggunaan daun lamtoro mampu untuk mempercepat proses pematangan pada pisang pepaya california.pepaya california terpilih mempunyai rata-rata tingkat kekerasan yaitu 4,5 kg/cm2. Pepaya california terpilih mengandung rata-rata kadar air 89,78%, kadar total gula 12,53% dan kadar vitamin C 144,86 (mg/100 g).
PENINGKATAN EKSISTENSI UMKM DI JABODETABEK MELALUI KOMUNITAS UKM (Usaha Kaum Milenial) DI ERA PANDEMI Muhammad Fakih Kurniawan, S.Si, M.Si; Lia Amalia, S. S., S. T., M. T; Nursyawal Nacing, S. TP., M. Si
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.166 KB) | DOI: 10.30997/qh.v12i3.4515

Abstract

Jumlah UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Indonesia setiap tahun bertambah, termasuk UMKM pangan yang dikelola generasi milenial. Hal ini menyebabkan muncul tantangan dalam peningkatan kualitas produk dan pemasaran, terlebih pada era pendemi seperti ini. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan mitra guna meningkatkan mutu produk termasuk kemasan dan pemasarannya. Kegiatan ini diikuti oleh 32 mitra dari Jabodetabek dan beberapa kota lain. Metode yang dilakukan adalah pendaftaran mitra, pembuatan grup komunitas, presentasi dan pelatihan online via Google Meet, dan evaluasi. Materi presentasi dibagi menjadi enam sesi yaitu opening class, sistem jaminan halal, sanitasi dan CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik), strategi pemasaran, design kemasan, dan ijin edar produk pangan. Sebanyak 44% peserta memasarkan produknya secara online, 44% secara online dan offline, dan masih terdapat 12% memasarkan produk secara offline. Pada sesi pelatihan design kemasan dilakukan perubahan tampilan kemasan UMKM Nuris Chips menjadi lebih menarik dan kekinian. Hasil pretest dan postest didapatkan peningkatan pengetahuan dari nilai rata-rata pretest 67,22 menjadi 88,33 saat post test.
Potensi Senyawa Aktif Ekstrak Kayu Manis Padang (Cinnamomum burmanii) sebagai Inhibitor Enzim Aldose Reductase secara Moleculer Docking Nawfal Imanudin; Muhammad Fakih Kurniawan; Titi Rohmayanti
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 6 No. 2 September 2022: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.655 KB) | DOI: 10.30595/jrst.v6i2.14262

Abstract

Neuropati diabetes merupakan salah satu komplikasi yang diakui berhubungan dengan meningkatnya stres oksidatif. Penyebab stres oksidatif dapat dicegah dengan menghambat enzim aldose reductase. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari potensi senyawa aktif ekstrak kayu manis padang sebagai inhibitor enzim aldose reductase secara molecular docking dengan menggunakan beberapa analisis diantaranya aturan Lipinski, nilai energi ikatan bebas Gibbs (∆G), nilai RMSD (Root Mean Square Deviation) dan interaksi residu asam amino. Hanya senyawa levoglucosan yang tidak dikonsumsi secara oral karena tidak memenuhi lebih dari satu aturan Lipinski. Adapun hasil senyawa aktif yang paling memiliki potensi penghambatan terhadap aldose reductase terbaik diantaranya adalah phenol; 1,2-benzenediol; 4-methyl-catechol; p-cresol; (E)-cinnamaldehyde; dan cinnamyl alcohol. Interaksi hidrogen antara ligan dan reseptor enzim aldose reductase banyak terjadi pada residu asam amino CYS303 dan THR113, sedangkan interaksi hidrofobik banyak terjadi pada residu asam amino LEU300 dan TYR309. Hasil molecular docking menunjukkan senyawa senyawa ekstrak kayu manis padang berpotensi sebagai inhibitor enzim aldose reductase.
Pectin Extraction from Ambon Banana (Musa Paradisiaca Var. Sapientum) Peel and Its Application for Gummy Jelly Muhammad Fakih Kurniawan; Distya Riski Hapsari; R. Siti Nurlaela; Nuraimy Citra
Indonesian Journal of Applied Research (IJAR) Vol. 4 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Applied Research (IJAR)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ijar.v4i1.243

Abstract

Considered a waste, the peel of the Ambon banana (Musa paradisiaca var. sapientum) contains an appreciable amount of pectin. Pectin can be used to produce gummy jelly products with the addition of carrageenan as a stabilizer. The manufacture of gummy jelly must consider a good proportion of pectin and carrageenan. This study aimed to extract pectin from Ambon banana peel and determine the best formulation of gummy jelly incorporated with the pectin and carrageen as a gelling agent. Pectin was extracted from Ambon banana peel and then analyzed for yield, ash content, equivalent weight, methoxyl content, galacturonic content, and degree of esterification. Gummy jelly was made with various levels of pectin (0.5%, 1%, 1.5%, 2%) and carrageenan (1%, 1.5%, 2%). The product was analyzed for water content, ash content, reducing sugar content, sensory quality test, and hedonic test. The characteristics of pectin, i.e., moisture content, ash content, galacturonic acid content, methoxyl content, and the degree of esterification, were compared to IPPA (International Pectin Producer Association) standard. Meanwhile, the gummy jelly samples were confirmed to comply with the requirements of SNI Soft Candy 3547-2-2008 for water content, ash content, and reduced sugar content. In addition, we found that a higher concentration of pectin in the formulation led to a lower chewiness, decreasing the panelist’s preference. Considering the chemical and sensory properties of the candy, the most desirable formulation was achieved at the ratio of pectin and carrageenan 1.5%:2%. Pectin from banana peels can be used as an ingredient in gummy jelly. This work suggested further studies on the candy's textural properties, such as gumminess and chewiness.
ANALISIS ANTIOKSIDAN, TOTAL FENOL DAN FISIKOKIMIA KOPI BRAND LOKAL ASAL BOGOR Ria Atikah; Muhammad Fakih Kurniawan; Nursyawal Nacing
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 13, No 1 (2023): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.13.1.2023.31-38

Abstract

In Indonesia, local coffee brands very diverse and have different flavors and reliable in terms of aroma and taste based on raw materials from each region. This study aims to analyze antioxidant activity (IC50), total phenol and physicochemical local brand coffee from Bogor, Indonesia namely Cap Liong Bulan, Cap Oplet, Cap Teko and Cap Kacamata. the design used was a Completely Randomized Design (CRD) 1 factor. In the chemical test antioxidant activity of local Bogor brand coffee, the IC50 about 50,00 ppm and the total phenol test obtained values with a range of 0,70-2,25 mgGAE/g. Based on the pearson correlation test, the calculated r valeu of the relationship between total phenol and IC50 value was 0,880 > r table, so there is a correlation between total phenol and IC50. The result of pysicochemical test showed that the water content is around 1,5- 3,1%, ash content range from 2,3-4,8%, ph value ranges from 5,4-5,8, bulk density range from 0,4-0,5g/mL, total disolved solid range from 2,4-3,1Brix and coffee extract range from 23,7-28,0%. The result of the physical test carried out are in accordance with the maximum limit set by SNI.
Co-Authors Abdurrahman, Ayyub Agnia Rahmawati Agusthini, Trie Lely Aisyah Indriani Rachmat Aisyah, Suci Alfikry, Mohammad Fiky Almaahi, Royyan Abdulamtin almaidah almaidah Amalia, Faridah Dieni AMINULLAH Anik Zumaeroh Aprialdi, Muhammad Agung Apriansyah, Agung Hidayat Arahmah, Siti Anissa Arthiyani, Faiza Putri Aviani Kurnianingrum Azzahra, Haura Luthfiya Bahri, Mukti Ayu Bukhari, Ikhsan Ma'ruf Chosida, Hikmah Nur Dewi, Intan Permata Dihya Al Faqih Aulia Robbani Distya Riski Hapsari Dwi Novian Irawanti Eka Fitri, Zusi Fadillah Yudha Syahrul Fahriza, Muhammad Nur Fauzi, Muhamad Rizki Febryana Rahayu Kurniawati Fitri Kurniawati Fitrilia, Tiana Hariyanto, Indra Henna Khoerunnisa Hikmah Nur Chosida Hutami, Rosi Ibrahim, Refly Nazar Intan Kusumaningrum Intan Kusumaningrum Irawanti, Dwi Novian Ismah, Nabilah Nurul Iznilillah, Wilna Juwina, Siti nurul Kartikaratri, Tsaniyah Raihani Khoer, Sevtian Akmalul Khoerunnisa, Henna Lia Amalia Lia Amalia Linda Mei Velina Liska Badriansyah Lola, Amelia Maharani, Siti Nayla Mareta Arum Purwita Sari Miftahul Huda Miftahul Huda Muhammad Ari Suryana Muhammad Rifqi Muslim, Mula Auralia Qori Nabil, Fauzan Nasution, Ainun Mardiah Nawfal Imanudin Nindya Atika Indrastuti Noli Novidahlia Noordianty, Andina Syita Novidahlia , Noli Nuraimy Citra Nurlaela, Raden Siti Nursyawal Nacing Octaviani, Dhea Pertiwi, Sri Rejeki Retna Pertiwi, Sri Sejeki Retna Pradita, Reyna Fatma Prayabina, Rahmadi Putri Adri Sindoro Hakim Putri, Syalwa Dania Qisthina, Dalilah Qodariah, Siti Nurlailatul R. Siti Nurlaela Rachmalia, Dita Rahmah, Siti Nursaidah Rahman, Khairul Rajani, Afhtika Amelia Ramadhanti, Fairuz Irdina Ramdani Ria Atikah Rohman, Hana Fauziyyah Rosy Hutami Sadiah, Siti Sarah Shafira Sevtian Akmalul Khoer Siti Aminah Siti Nova Isda Dwiyanti Siti Nurhalimah Siti Nurhalimah Slamet, Hendra Sri Agustina, Sri Suandi, Muhamad Rizki Syafir, Erlin Julia Tirta Setiawan Titi Rohmayanti Tria Wulandari Utama, Nadia Wangi, Intan Indah Ayu Wardani, Widya Azzahra Wilda Apriani Wilna Iznilillah Wulandari, Fifi Yulia Zahro, Mutia Liza Zazti Kinasih Zein, Hafidz Faturrachman Zusi Eka Fitri