Kurangnya penerapan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran IPAS di SD, khususnya pada materi siklus hidup makhluk hidup. Meskipun materi ini sangat dekat dengan kehidupan siswa, sebagian besar guru masih mengandalkan metode konvensional seperti ceramah dan buku paket, serta tidak melibatkan siswa dalam kegiatan eksploratif yang menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi eksploratif untuk memahami pemikiran dan praktik guru dalam mengajarkan materi siklus hidup makhluk hidup secara kontekstual. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi dari lima guru SD di SDN Cikaret 2 Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama terkait strategi, tantangan, dan persepsi guru terhadap pembelajaran kontekstual. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi teknik dan sumber serta member checking. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun pembelajaran kontekstual memiliki potensi besar untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang siklus hidup makhluk hidup, penerapannya di SD terhambat oleh keterbatasan waktu, fasilitas, motivasi siswa, dan kurangnya pelatihan guru. Namun, guru-guru SD melihat peluang untuk mengembangkan pembelajaran kontekstual dengan memanfaatkan lingkungan sekitar, teknologi, dan kolaborasi antar guru. Diperlukan dukungan sistemik, termasuk peningkatan kapasitas guru, pengelolaan waktu yang fleksibel, dan penyediaan fasilitas yang memadai untuk memastikan keberhasilan implementasi.
Copyrights © 2025