Reformasi birokrasi di Indonesia menempatkan sistem rekrutmen sebagai fondasi penting dalam mewujudkan aparatur sipil negara (ASN) yang profesional dan berintegritas. Salah satu inovasi utama yang diterapkan pemerintah adalah penggunaan sistem seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT), yang mulai digunakan secara luas sejak tahun 2013 oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas sistem CAT dalam menjamin proses seleksi ASN yang objektif dan transparan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan tinjauan literatur, analisis difokuskan pada penerapan prinsip meritokrasi, akuntabilitas, dan integritas dalam pelaksanaan seleksi berbasis CAT. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun sistem CAT secara signifikan mampu meminimalisir intervensi eksternal dan meningkatkan kepercayaan publik, masih terdapat sejumlah tantangan dalam implementasinya, seperti kesenjangan infrastruktur digital dan risiko teknis dalam penyelenggaraan ujian. Studi ini juga membandingkan praktik serupa di beberapa negara sebagai bahan refleksi. Kesimpulannya, CAT merupakan langkah strategis dalam memperbaiki sistem rekrutmen ASN, namun tetap memerlukan penguatan tata kelola, kebijakan afirmatif untuk daerah tertinggal, serta peningkatan integritas institusional.
Copyrights © 2025