Penelitian ini membahas bagaimana kepemimpinan transformasional memperkuat peran pemimpin adat, khususnya Ninik Mamak, dalam menggerakkan masyarakat di Kenegrian Rumbio, Desa Pulau Sarak, Kabupaten Kampar. Dalam konteks sosial masyarakat Melayu Riau, Ninik Mamak tidak hanya menjalankan peran tradisional sebagai penjaga adat, tetapi juga memadukan nilai-nilai kepemimpinan modern yang inspiratif dan partisipatif. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi untuk mengungkap interaksi antara kepemimpinan formal dan informal di desa tersebut. Hasil studi menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemimpin transformasional dan pemuka adat mampu menciptakan harmoni sosial, memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa, dan menjaga eksistensi nilai-nilai budaya lokal di tengah arus modernisasi. Kendala yang dihadapi berupa beban peran ganda pemimpin adat serta menurunnya minat generasi muda terhadap tradisi. Namun demikian, upaya pembinaan dan pelibatan masyarakat secara aktif tetap menjadikan model kepemimpinan ini relevan dalam mengelola dinamika sosial di tingkat desa.
Copyrights © 2025