Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara inflasi dan pengangguran di Indonesia dari tahun 1986 hingga 2024 dengan menggunakan metode kuantitatif yang berbasis data serta teknik regresi linier berganda. Studi ini meneliti apakah terdapat relasi yang signifikan antara inflasi, yang berfungsi sebagai variabel independen, dan pengangguran sebagai variabel dependen, serta menentukan arah hubungan tersebut. Hasil dari penelitian menunjukan adanya hubungan negatif antara inflasi dan tingkat pengangguran, yang sejalan dengan teori Kurva Phillips. Ini berarti bahwa saat inflasi meningkat, tingkat pengangguran biasanya menurun, dan sebaliknya. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya fenomena stagflasi pada beberapa periode tertentu, di mana inflasi dan pengangguran meningkat bersamaan. Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan antar kedua variabel ini tidak selalu sejalan dengan teori ekonomi klasik, karena dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti krisis ekonomi, variasi nilai tukar, harga energi, dan kebijakan fiskal serta moneter pemerintah. Oleh karena itu, penelitian ini menganjurkan pentingnya adanya kerjasama yang erat antara kebijakan moneter yang diterapkan oleh bank sentral dan kebijakan fiskal pemerintah demi menjaga kestabilan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, serta mengendalikan inflasi dalam batas wajar untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Copyrights © 2025