Fenomena globalisasi budaya telah membuka peluang bagi negara-negara untuk memanfaatkan budaya popular sebagai instrument diplomasi public. Korea Selatan merupakan salah satu contoh nyata dalam mengoptimalkan potensi ini melalui gelombang Hallyu, khususnya K-Pop. Artikel ini membahas tentang dinamika K-Pop dalam konteks diplomasi publik Korea Selatan, dengan menyoroti bagaimana budaya Pop digunakan untuk dapat membentuk citra positif suatu negara, memperluas pengaruh budaya, dan mendukung kepentingan nasional di tingkat global. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis wacana, artikel ini dapat mengeksplorasi peran strategis pemerintah Korea Selatan dalam memfasilitasi industri K-Pop serta dampak penerimaannya di berbagai Negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa K-Pop tidak hanya berfungsi sebagai hiburan global, tetapi juga sebagai alat soft power yang efektif dalam membangun hubungan internasional, meningkatkan sektor ekonomi kreatif, dan memperkuat posisi diplomatik Korea Selatan. Namun, terdapat pula tantangan dalam menjaga keseimbangan antara ekspresi budaya otentik dan kepentingan politis negara. Artikel ini memberikan pemahaman secara mendalam mengenai keterkaitan antara budaya Pop dan strategi diplomasi modern, serta kontribusinya terhadap studi hubungan internasional dan komunikasi global.
Copyrights © 2025